Pasaman Barat, smartsumbar.com, - Kaum rang kayo Bungo Tanjuang, Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas bersama niniak mamak dan bundo kanduang Nagari Aia Bangih katakan, pengukuhan Aulia Amri Sutan Kerajaan sebagai Pucuak Adat Aia Bangih sesuai tatanan adat salingka nagari.
Hal ini disampaikan, Tasmir Datuk Rajo Mau, yang mewakili niniak mamak, imam, katik, bila dan pegawai Nagari Aia Bangih, melalui jumpa pers di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Aia Bangih, Senin (14/9) kemarin.
Konferensi pers digelar untuk memberikan klarifikasi terkait polemik kepemimpinan Pucuak Adat Aia Bangih setelah muncul prosesi palewaan Pucuak Adat lainnya pasca pengukuhan Aulia Amri Sutan Kerajaan pada 16 Juli 2026 lalu. Dijelaskan, haknya menerima dan menyetujui Aulia Amri sebagai calon pucuak adat yang dipilih kaum Rang Kayo Bungo Tanjuang.
"Kami dari niniak mamak hanya menyetujui calon Pucuak Adat yang telah dipilih dan ditetapkan kaum Rang Kayo Bungo Tanjuang. Setelah disetujui, calon Pucuak Adat akan ditetapkan dan baru kita tentukan hari palewaannya," katanya.
Munculnya prosesi palewaan Pucuak Adat baru di Aia Bangih yang dihadiri oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Pasaman Barat bersama perwakilan LKAAM Sumatera Barat, jelasnya menguraikan.
"Kami sangat menyayangkan dan kecewa atas tindakan LKAAM Kabupaten dan Provinsi. Seharusnya mereka turun ke lapangan dan melihat kondisi di lapangan. Di Aia Bangih ini tidak pernah terjadi pelewaan Pucuak Adat tanpa musyawarah mufakat dalam adat salingka nagari," ujarnya.
Sebagai kaum Rang Kayo Bungo Tanjuang, mewakili empat induak (empat paruik) menolak pelewaan Ahmad Sarwansyah sebagai Pucuak Adat Air Bangis karena kami telah mengangkat dan melewakan Aulia Amri gelar Sutan Kerajaan pada tanggal 16 Juli 2026 sebagai Pucuak Adat Air Bangis, ulas mereka, sah sesuai dengan prosedur" tegas Machdizar Syah, juga dari kaum itu.
Perwakilan Bundo Kanduang Ampek Induak Kaum Rang Kayo Bungo Tanjuang Aia Bangih, Neti Hartati, katakan, pemilihan calon Pucuak Adat merupakan hak mutlak Kaum Ampek Induak sebagai generasi penerus keturunan Rajo Aia Bangih melalui musyawarah dan mufakat keluarga.
Hal serupa dijelaskan, Mahram Suri Yanti, sesuai tata cara adat di Aia Bangih, jabatan rajo (raja) atau Pucuak Adat ditetapkan oleh Kaum Rangkayo Bungo Tanjuang dan tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun tanpa musyawarah mufakat secara adat.
"Kami dari seluruh anggota kaum Ampek Induak telah memilih dan menyetujui Aulia Amri Sutan Kerajaan sebagai Pucuak Adat Aia Bangih, karena kami merasa ia lebih mampu dan layak untuk menjadi pemimpin kaum kami ke depannya," jelas Neti Hartati.
Konferensi pers itu, dihadiri sejumlah niniak mamak, datuak, imam, khatib, dan bila serta pegawai, seperti Datuak Bandaro Farizi Fildi, Tasmir Datuk Rajo Mau, Datuak Mudo Zulsyafrinal, Rangtuo Rajo Machdizar Syah, Datuak Tan Malenggang Rinaldi, Datuak Tan Maliputi Habizar, Datuak Rajo Amad Arial Tanjuang, Datuak Besa Nikmal, Bila Nagari Mailizar, serta Panungkek Datuak Tan Malenggang Syamlidar.
Selain itu, perwakilan Kaum Rang Kayo Bungo Tanjuang dan Bundo Kanduang lainnya, yaitu Rayen (Kaum Pucuak Adat), Rangtuo Rajo (Kepala Kaum), Putri (Kaum Pucuak Adat), Titiek (Bundo Kanduang), Mahram Suri Yanti, Amelia, Masda Rita, Yosi, Syan Razid, Dwi Febriyanti, R. Sri Minarsih, Melia Amri, Nani Febrianti, Rita Eliza, Faradina Suri, R. Rita Erlina, R. Masdarita, Dinda Permata Suri, R. Eni Yustina, Justina Asgar, R. Juwita, Siti Farhana Sari, dan R. Muthia Hanifa. (gmz)

