Pasaman Barat, smartsumbar.com, - - Anggota DPRD Pasaman Barat, Adriwilza, Jumat (9/10) dampingi ketua bersama pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Pasaman Barat, kembali melestarikan menggalakkan program Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di Jorong Rantau Panjang, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Pasaman Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat Natran Hanri yang mewakili bupati, perwakilan PMI Pasaman Barat Sukarman, Dewan Kehormatan PMI sekaligus anggota DPRD Pasaman Barat Adriwilza, serta camat, wali nagari, dan masyarakat setempat.
Bupati, diwakili Nadran, dari Dinas Lingkungan Hidup, sampaikan, keberhasilan program kesiapsiagaan bencana tidak cukup hanya dengan membentuk kelompok, tetapi harus didukung kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan aktif masyarakat.
“Program siaga bencana harus diiringi dengan kesadaran masyarakat. Tanpa kesadaran tersebut, program yang dilaksanakan tidak akan berjalan maksimal. Karena itu, kita berharap melalui program ini kesadaran masyarakat semakin meningkat, terutama dalam bentuk kepedulian dan gotong royong,” ujarnya.
Natran mengatakan, kesadaran tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk membangun komunikasi, mengidentifikasi persoalan di lingkungan sekitar, dan mencari solusi secara bersama-sama.
Perwakilan PMI Pasaman Barat, Sukarman, menjelaskan bahwa program SIBAT bukan hal baru bagi masyarakat Rantau Panjang. Program serupa pernah dilaksanakan PMI pada periode 2011–2014 dan kini kembali digalakkan untuk memperkuat kapasitas warga dalam menghadapi potensi bencana.
Sukarman mengajak, masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengenali risiko, mempersiapkan diri, serta melakukan tindakan awal ketika bencana terjadi. Dengan kesiapsiagaan yang baik, warga diharapkan mampu merespons situasi darurat secara terkoordinasi dan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan dari lua
Adriwilza berharap program SIBAT dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko bencana, mendorong kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi ancaman bencana.
Ia juga mengapresiasi penanaman pohon kelapa genjah yang diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pada masa mendatang setelah tanaman tumbuh dan berbuah. (gmz)
