Pasaman Barat, smartsumbar.com, - Pilwana (Pemilihan Calon Walinagari) dengan sistem e-voting di Kecamatan Luhak Nan Duo (LND) dan Kinali, Pasaman Barat mendapat pemantauan langsung dari Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan bersama Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, Sabtu (17/10).
Pemantauan dilakukan di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Luhak Nan Duo dan Kinali. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemungutan suara berjalan aman, tertib, dan lancar.
Ihpan dan Doddy didampingi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Rombongan melihat langsung proses pemilihan sekaligus memeriksa kesiapan penyelenggara serta partisipasi masyarakat.
Di Kecamatan Luhak Nan Duo, pemantauan dilakukan di Nagari Koto Baru dan Nagari Sariak. Di Nagari Koto Baru, rombongan meninjau TPS 01 yang memiliki 598 pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan TPS 03 dengan 393 pemilih. Nagari Sariak, pemantauan dilakukan di TPS 01 yang tercatat memiliki 659 pemilih dalam DPT.
Pemantauan kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Kinali. Rombongan mendatangi sejumlah TPS di beberapa nagari. Di antaranya, TPS 08 Nagari Ampek Koto Barat dengan 519 pemilih, TPS 01 Nagari Bancah Kariang dengan 555 pemilih, serta TPS 05 dan TPS 01 Nagari IV Koto, masing-masing memiliki 728 dan 763 pemilih. Rombongan juga memantau TPS 06 Nagari Langgam Sepakat dengan 426 pemilih dan TPS 02 Nagari Kinali dengan 396 pemilih.
Dari hasil pemantauan, masyarakat terlihat antusias menggunakan hak pilih sejak pagi. Proses pemungutan suara di sejumlah TPS yang dikunjungi juga terpantau kondusif dan tertib.
Wakil Bupati M. Ihpan mengatakan penerapan sistem e-voting mendapat respons positif dari masyarakat. Menurutnya, penggunaan teknologi dalam Pilwana menjadi pola baru dalam penyelenggaraan demokrasi di tingkat nagari di Pasaman Barat.
“Alhamdulillah, dari sejumlah lokasi yang kita tinjau, masyarakat memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Pilwana melalui e-voting. Ini merupakan pola dan sistem baru yang kita terapkan di Kabupaten Pasaman Barat,” ujar Ihpan.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, pelaksanaan pemungutan suara yang dipantau berlangsung dengan minim kendala. Hingga pemantauan dilakukan, belum ada laporan keberatan terkait proses pemungutan suara di lokasi yang dikunjungi.
Menurutnya, keberhasilan Pilwana tidak hanya bergantung pada penyelenggara. Dukungan aparat keamanan dan masyarakat juga diperlukan agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.
Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan penerapan sistem e-voting dalam Pilwana berjalan tertib di lapangan, sekaligus melihat secara langsung respons masyarakat terhadap pola pemungutan suara berbasis teknologi tersebut. (gmz)
