-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati dan Rombongan, Ziarah ke Makam para Tokoh

Minggu, 04 Januari 2026 | Minggu, Januari 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-04T01:38:02Z
iklan

Bupati Yulianto, saat menyirami air di salah satu makam tokoh Pasaman Barat 

 



Pasaman Barat, smartsumbar.com, - Menjelang pemerintah daerah dan masyarakat Pasaman Barat merayakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22, Bupati, Yulianto bersama rombongan ziarah ke makam mantan bupati, mantan pejabat, dan tokoh kharismatik Pasaman Barat.


Bupati, Yulianto, akui, berkunjung sekaligus ziarah ke makam para tokoh Pasaman Barat, merupakan sarana yang harus dilestarikan dalam rangka mengenang sejarah perjuangan mereka, sehingga Pasaman Barat mekar dari Kabupaten Pasaman..


Selain Pasaman Barat, sebagai 1 dari 3 daerah pemekaran di Sumatera Barat. Dua kabupaten lain, Dharmasraya dari Kabupaten Sijunjung dan Solok Selatan dari Kabupaten Solok. Ditetapkan melalui Undang Undang Nomor 38 Tahun 2003, tanggal 31 Desember 2003, dan hari lahirnya ditetapkan tanggal 7 Januari 2004.


Melalui Undang Undang itu, ulas Yulianto, maka hari ulang tahun untuk tiga daerah pemekaran ini, ditetapkan setiap tanggal 7 Januari. Pada tahun 2026 ini, maka usia Pasaman Barat dan 2 kabupaten pemekaran lain di Sumatera Barat menjadi 22 tahun.


 Selain Yulianto, ziarah ke makam para mantan tokoh Pasaman Barat hari Sabtu, 3 Januari 2026 kemarin, diikuti Ketua TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), Sifrowati Yulianto, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Erisa Doddy San Ismail, dan pihak terkait.


Di antara tokoh yang makam masing-masing diziarahi adalah, makam Syekh Muhammad Yunus Tuanku Sasak, Mantan Wakil Bupati, Syahrul Datuak Marajo, Makam Buya Lubuak Landua, dan yang lain.


“Banyak keteladanan yang dapat kita ambil dari perjuangan para syekh, buya, dan pemimpin Pasbar terdahulu. Pengabdian mereka menjadi fondasi bagi kemajuan daerah yang kita rasakan hari ini,” kata Yulianto.


Capaian pembangunan Pasaman Barat hingga memasuki usia ke-22 tahun, tidak terlepas dari perjuangan panjang para pendahulu, khususnya dalam membangun nilai keagamaan, sosial, dan kebersamaan di tengah masyarakat.


Perjuangan membangun Pasaman Barat, agar bisa sederajat dengan kabupaten atau kota lain, khususnya di Sumatera Barat, belum selesai. Di usia ke-22 tahun, Pemda bersama pihak terkait dan masyarakat masih memiliki tanggung jawab besar, terutama dalam membina generasi muda dan melanjutkan pembangunan daerah.


Salah seorang ahli waris almarhum Syahrul Datuak Marajo, Syerli Puspita Indah Sari, dihadapan bupati dan rombongan menyampaikan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang secara konsisten setiap tahun melaksanakan ziarah dan mendoakan para tokoh daerah.


“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan doa yang selalu diberikan para pejabat di lingkungan Pemda Pasaman Barat. Semoga seluruh kebaikan orang tua kami menjadi amal pahala baginya,” ujarnya.(gmz)

iklan

klan ukuran 250px x 250px

×
Berita Terbaru Update