![]() |
| Kesebelasan wartawan, Dikalahkan Tim OPD Pasaman Barat |
Pasaman Barat, smartsumbar.com, - Kendati cetak gol pertama berhasil dilakukan kesebelasan wartawan Pasaman Barat terhadap Tim OPD (Organisasi Perangkat Daerah) setempat di GOR Pasaman Barat, Padangtujuh hari Rabu (14/1) pagi. Akhirnya wartawan mengakui kalah.
Di akhir pertandingan persahabatan yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Pasaman Barat, tahun 2026, Kesebelasan wartawan diungguli Tim OPD Pasaman Barat dengan skor 7-2, kata Altas Maulana, pemain kesebelasan wartawan pada kesempatan itu.
Laga persahabatan, memeriahkan hari jadi Pasaman Barat ke-22 ini dibuka dengan gebrakan tim wartawan. Bermain agresif sejak peluit dibunyikan, para pemburu berita ini langsung mengambil inisiatif serangan, jelas Altas.
Di babak pertama, tim wartawan benar-benar memegang kendali. Sorak sorai penonton mengiringi setiap pergerakan mereka yang tampak lebih segar. Keunggulan gol di awal laga sempat membuat tim OPD/Forkopimda tersentak dan harus memutar otak untuk keluar dari tekanan.
Namun, sepak bola adalah permainan dua babak. Memasuki paruh kedua, narasi pertandingan mulai bergeser. Tim wartawan yang sudah menguras banyak tenaga untuk memimpin di awal, perlahan mulai kehilangan ritme. Napas yang terengah-engah dan fokus yang mulai goyah menjadi celah yang dimanfaatkan dengan cerdik dari tim OPD.
Secara teknis, kedua tim tetap menunjukkan kelas yang setara dalam mengolah si kulit bundar. Namun, tim OPD yang tampil lebih tenang mampu mengelola tempo permainan dengan lebih efektif, kata wartawan LKBN Antara di Pasaman Barat itu
Berlahan tapi pasti, mereka membalikkan keadaan. Tujuh gol yang bersarang ke gawang wartawan lebih banyak disebabkan oleh menurunnya daya tahan fisik akibat faktor usia, sementara tim OPD berhasil menjaga konsistensi hingga menit akhir.
Kekalahan dengan skor telak setelah sempat unggul tidak membuat tim wartawan patah semangat. Altas Maulana, salah satu pemain tim wartawan, menegaskan bahwa esensi laga ini adalah tentang kebersamaan.
“Kami sempat unggul dan memberikan perlawanan seimbang, tapi memang stamina tidak bisa berbohong. Yang terpenting, di lapangan kami bersaing, di luar lapangan kami tetap bersaudara,” ungkapnya.
Pertandingan persahabatan ini ditutup dengan tawa dan jabat tangan erat, membuktikan bahwa meski fisik memiliki batas, sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers di Pasaman Barat tetap tanpa batas demi pembangunan daerah yang lebih baik. (gmz)
