![]() |
| Gusmizar |
Oleh : Gusmizar
Pranata Humas Ahli Muda pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat, dan Praktisi Jurnalis di Pasaman Barat
MENUNGGU Lailatul Qadar adalah momen spiritual tertinggi di 10 malam terakhir bulan puasa Ramadhan, terutama pada malam ganjil. Malam Lailatul Qadar, selalu menjadi incaran bagi mereka yang tekun, patuh dan rajin melaksanakan serangkaian amalan Ramadhan, seperti pada saat ini.
Berikut adalah panduan untuk menunggu Lailatul Qadar:
1. Kapan Waktunya?
Sepuluh Malam Terakhir: Fokus utama adalah pada 10 malam terakhir bulan Ramadan.
Malam-Malam Ganjil: Peluang lebih besar ada pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, 29).
2. Cara Menunggu dan Meraihnya (Amalan)
Itikaf: Berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah.
Shalat Malam (Qiyamul Lail): Memperbanyak tarawih dan tahajud.
Membaca Al-Qur'an: Memperbanyak tilawah.
Berdzikir dan Berdoa: Terutama doa memohon ampunan: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.
Muhasabah: Introspeksi diri dan bertaubat.
Bank Muamalat Indonesia
Bank Muamalat Indonesia
3. Tips Tambahan
Persiapan Fisik: Istirahat yang cukup agar maksimal beribadah di malam hari.
Konsistensi: Tingkatkan intensitas ibadah setiap malam, tidak hanya di satu malam tertentu.
Bagi Wanita Haid: Tetap bisa meraihnya dengan berdzikir, berdoa, dan membaca Al-Qur'an tanpa menyentuh mushaf.
Menunggu Lailatul Qadar bukan sekadar pasif, melainkan aktif meningkatkan kualitas ibadah untuk meraih ridha Allah SWT. Bulan Ramadhan selalu menjadi waktu yang dinanti oleh umat Muslim karena penuh dengan keberkahan.
Momen paling istimewa dalam bulan suci ini adalah Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Tidak ada yang tahu pasti kapan malam ini terjadi, tetapi Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mencarinya di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Banyak orang ingin meraih keutamaan malam Lailatul Qadar, tetapi sering kali bingung bagaimana upaya meraihnya. Padahal, malam ini adalah kesempatan besar untuk memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Agar tidak terlewat, penting untuk mengetahui amalan-amalan yang dianjurkan.
Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar:
1. Mendirikan shalat sunnah dengan istiqamah
Salah satu amalan utama yang dianjurkan saat menanti Lailatul Qadar adalah shalat sunnah, terutama shalat tahajud dan shalat tasbih. Shalat ini bisa dilakukan secara berjamaah maupun sendiri pada malam hari, antara setelah shalat Isya hingga sebelum Subuh.
Keutamaan shalat sunnah malam sangat besar, salah satunya adalah kesempatan terkabulnya doa. Oleh karena itu, memperbanyak shalat sunnah di malam-malam terakhir Ramadhan sangat dianjurkan agar dapat meraih keutamaan Lailatul Qadar.
2. Memperbanyak dzikir dan doa
Dzikir dan doa adalah bentuk ibadah yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Berdzikir kepada Allah SWT dan berdoa untuk memohon ampunan serta keberkahan adalah amalan yang sangat dianjurkan di malam Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A’raf ayat 205:
Artinya: “Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, tanpa mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 205)
Dari ayat ini, kita bisa mengambil hikmah bahwa sesibuk apa pun aktivitas kita, tetaplah menyempatkan waktu untuk berdzikir dan berdoa. Malam Lailatul Qadar adalah waktu yang sangat istimewa untuk memohon ampunan, sebagaimana doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW:
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku.”
3. Melakukan i’tikaf di masjid
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan ini sangat dianjurkan di sepuluh malam terakhir Ramadhan karena Rasulullah SAW juga melakukan i’tikaf hingga akhir hayatnya. Sayyidah Aisyah RA berkata,
“Dari Aisyah RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW melakukan i’tikaf setelah tanggal dua puluh Ramadhan hingga akhir hayatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selama i’tikaf, seseorang dapat mengisi waktunya dengan shalat, dzikir, membaca Al Quran, serta berdoa. Ini adalah cara terbaik untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dan mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar.
4. Bersedekah dengan ikhlas
Bersedekah adalah salah satu amalan yang paling dianjurkan di bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh hari terakhir. Rasulullah SAW bersabda:
“Dari Anas RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya, sedekah apa yang paling utama? Beliau menjawab, sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Al-Baihaqi)
Sedekah tidak selalu berupa harta atau uang, tetapi bisa dalam bentuk makanan untuk berbuka puasa, pakaian, atau bahkan sekadar senyuman dan bantuan kepada sesama. Dengan bersedekah di malam-malam terakhir Ramadhan, kita bisa mendapatkan pahala yang berlipat ganda dan menjadi bagian dari orang-orang yang beruntung. (*)
