Inilah suasana sunyi di RSUD Pasaman Barat, Jambak, Kekecewaan Masyarakat tidak Terbendhng Pasaman Barat, smartsumbar.com, - Menyusul mogo...
![]() |
| Inilah suasana sunyi di RSUD Pasaman Barat, Jambak, Kekecewaan Masyarakat tidak Terbendhng |
Pasaman Barat, smartsumbar.com, - Menyusul mogoknya dokter spesialis di RSUD Pasaman Barat, Jambak, Rabu (3/6).. Pelaksanaan, yang seharusnya diperoleh dengan baik dan normal, di rumah sakit itu umpuh. Akibatnya pasien dan warga yang berobat di rumah sakit kebanggaan pemerintah bersama masyarakat Pasaman Barat itu, kecewa.
Ratusan warga dari berbagai nagari dari 11 kecamatan se Pasaman Barat, harus menerima sikap kekecewaan dari Tim kesehatan RSUD Pasaman Barat, Jambak. Hal itu, sebagai akibat dari lumpuhnya pelayanan dan mogok kerjanya dokter spesialis di rumah sakit andalan Pasaman Barat, kata sejumlah keluarga pasien.
Dari informasi yang diperoleh dan pantauan di sekitar rumah sakit diketahui lumpuhnya pelayanan di rumah sakit mulai dari pagi. Dari saat itu, dokter spesialis dari berbagai poli, seharusnya memberikan pelayanan maksimal kepada pasien, diketahui mogok kerja.
Di sekitar loket pendaftaran rumah sakit, juga nampak memprihatinkan. Kursi yang ada di ruang tunggu dipenuhi pasien, didominasi lanjut usia (lansia). Banyak di antara mereka yang terpaksa menyandarkan kepala atau memegangi bagian tubuh mereka, menahan sakit.
Mirisnya, sebagian besar pasien tersebut datang dari wilayah pelosok dan kecamatan terluar yang memakan waktu berjam-jam untuk sampai ke pusat kabupaten. Di antaranya berasal dari Kecamatan Ranah Batahan, Sungai Beremas, Parit Koto Balingka, dan Lembah Melintang. Mereka bahkan sudah bertolak dari rumah sejak subuh demi mendapatkan pelayan awal.
Kekecewaan berat itu dirasakan pasien dan keluarga mereka di RSUD Jambak, ulas mereka, saat sebagian warga hendak berobat di rumah sakit bukan sakarena karena rugi waktu dan biaya, tapi kesal dengan sikapi RSUD yang tidak ada pelanan yang diberikan, sementara kebutuhan berobat penting dan menentukan.
"Kami sudah berangkat dari rumah sejak pagi, tiba- tiba sesampai di RSUD, malah tidak ada pelayanan dari pihak rumah sakit. Dokter yang seharusnya melayani dan memberi resep obat kepada kami, ternyata mogok", kata mereka dengan kesal.
Nasib serupa dialami Ros (68), warga Jorong Siduampan, Kecamatan Ranah Batahan. Ia yang berniat memeriksakan kesehatannya ke Poli Mata harus menelan pil pahit karena pintu pelayanan tertutup rapat.
"Kami orang kecil ini jauh-jauh datang dari Ranah Batahan ongkosnya tidak murah. Sampai di RSUD, layanannya malah tutup karena dokternya mogok. Kami harus mengadu ke mana lagi kalau rumah sakit pemerintah saja seperti ini?" tutur Ros dengan nada bergetar.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan Dinas Kesehatan segera turun tangan mengatasi persoalan ini agar hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tidak terus dikorbankan. (gmz)


