-->

Iklan

TP PP Pasaman Barat, Dorong Pihak Terkait Berantas Kejahatan

Kamis, 24 September 2026, Kamis, September 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-24T10:07:44Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



Pasaman Barat, smartsumbar.com, - Pengurus dan anggota TP PKK Pasaman Barat, dorong pihak terkait secara bersama lakukan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di kabupaten ini.


Selain itu, pengurus TP PKK juga mendorong agar kader PKK, Bina Keluarga Balita (BKB), dan Posyandu yang ada untuk lebih aktif melakukan deteksi dini terhadap persoalan yang terjadi di lingkungan keluarga dan masyarakat.


Hal itu disampaikan Staf Ahli TP PKK Pasaman Barat, yang juga Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ny. GusmalinI M. Ihpan, ketika membuka pertemuan penggerakan dan pemberdayaan masyarakat di aula kantor camat Luhak Nan Duo, Rabu (23/9) kemarin.


Langkah ini, dinilai penting karena kader bersentuhan langsung dengan keluarga. Mereka berada di lingkungan masyarakat dan dinilai memiliki posisi strategis untuk mengenali kondisi yang berpotensi mengarah pada kekerasan.


Kegiatan bertema “Kader Peduli, Keluarga Harmonis, Perempuan dan Anak Terlindungi”, dihadiri Sekretaris DPPKBP3A (Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak), Dewi Indriani Djusair bersama stakeholder terkait.


Pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, ingat GusmalinI,  tidak boleh dilakukan setelah kasus terjadi. Kader harus memiliki kepekaan untuk melihat perubahan perilaku maupun kondisi keluarga yang dapat menjadi tanda awal adanya persoalan.


Beberapa kondisi perlu mendapat perhatian, antara lain anak yang mendadak menjadi pendiam atau penakut, perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perubahan perlakuan terhadap anak, konflik keluarga berkepanjangan, pola pengasuhan yang berisiko, hingga anak yang tidak mendapatkan perhatian dan pengasuhan secara layak.


Jika ada di antara pengurus dan anggota menemukan indikasi mencurigakan, masyarakat diminta tidak bertindak sendiri dan tidak menyebarluaskan informasi. Dugaan tersebut perlu segera dikoordinasikan dan dilaporkan kepada pihak yang berwenang.


Menyikapi kondisi yang ada dan secara khusus, mada ada enam pesan untuk setiap kader, yaitu, Pertama, jangan menganggap kekerasan sebagai sesuatu yang biasa. Kedua, jangan menyalahkan korban.


Ketiga, jaga kerahasiaan dan jangan menyebarkan identitas korban melalui media sosial. Keempat, jadilah orang yang dapat dipercaya. Kelima, segera berkoordinasi dan melaporkan dugaan kasus kepada pihak berwenang. Keenam, berani peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.


Sekretaris DPPKBPPA Pasaman Barat, Dewi Indriani Djusair, katakan, atas nama pemerintah daerah, pihaknya memberi mengapresiasi dan dorongan atas terselenggaranya kegiatan ini. Untuk itu, manfaatkan waktu dan kesempatan yang ada dengan maksimal.


Pihaknya, kata Dewi, mengajak masyarakat secara bersama dengan pihak terkait memulai pencegahan dari dan lingkungan keluarga terhadap hal-hal yang tidak baik. Bangun komunikasi untuk mencegah dan melindungi anak, menghormati perempuan, peduli terhadap sesama, dan berani melaporkan dugaan kasus. (gmz)

Komentar

Tampilkan

Terkini