Pasaman Barat, smartsumbar.com, - Pemda Pasaman Barat dukung program GIAN (Gerakan Indonesia Anti Narkoba) setempat, melakukan edukasi, ...
Pasaman Barat, smartsumbar.com, - Pemda Pasaman Barat dukung program GIAN (Gerakan Indonesia Anti Narkoba) setempat, melakukan edukasi, sosialisasi dan membantu pihak terkait memberantas Narkoba di Pasaman Barat. Hal ini terungkap dari kunjungan pengurus DPD GIAN Pasaman Barat di rumah dinas bupati, Simpang Empat, Senin (28/9).
Bupati, sampaikan, GIAN harus menjadi mitra strategis pemerintah bersama pihak terkait melakukan edukasi pemberantasan narkoba di Pasaman Barat. Pertemuan itu, bupati menyambut baik kehadiran GIAN dan menegaskan dukungan penuhnya.
"GIAN selain harus menjadi mitra strategis Badan Narkotika Kabupaten Pasbar juga harus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengadvokasi kebijakan sekaligus memitigasi peredaran narkoba.
Program tidak boleh hanya seremonial, tapi harus ada aksi nyata," tegas Yulianto.
Sekolah, kata Yulianto, dinilai sebagai lokasi paling strategis untuk mencegah generasi muda terjerumus. Edukasi tidak hanya dari satu sisi, melainkan menyentuh pemahaman hukum, kesehatan, hingga nilai agama.
Ketua GIAN Pasaman Barat, Pramana Yose, katakan, sejumlah langkah konkret yang sedang dan akan dijalankan antara lain;
- Sosialisasi & edukasi menyeluruh — tidak hanya ke pelajar lewat kunjungan langsung ke sekolah, tetapi juga ke instansi, kelompok masyarakat, perkumpulan pengajian, hingga lembaga adat;
- Melibatkan banyak pihak — Polri untuk sisi hukum, Dinas Kesehatan untuk dampak medis, BNN, Dinsos, MUI, Ninik Mamak, tokoh agama, dan jurnalis agar informasi tersebar luas dan akurat;
- Pembentukan kelompok kerja hingga tingkat Nagari untuk memastikan pengawasan dan pencegahan berjalan di lingkungan terdekat warga;
- Penguatan mental spiritual, dukungan pemulihan, dan pemberdayaan keluarga yang terdampak.
Pramana Yose menjabarkan mengapa berbagai unsur masyarakat tersebut harus dilibatkan, sebab menurutnya hal tersebut terkait erat sesuai dengan spesifikasinya nanti di lapangan, yakni;
"Ulama menjelaskan dari sisi agama, Polri dari sisi hukum, tenaga kesehatan menjelaskan dampak nyata seperti kerusakan otak, gangguan jantung, risiko stroke, hingga kematian dini.
Semua ini agar masyarakat paham sepenuhnya, bukan hanya mendengar larangan semata."
"Kami bertekad memperkuat ketahanan masyarakat, membantu pemulihan, serta memberdayakan mereka yang terdampak. Semua ini agar sinergi antara pemerintah dan masyarakat benar-benar terwujud," tutup Pramana Yose. (gmz)



