Pasaman Barat, smartsumbar.com, - Zawil Huda, akhirnya terpilih menjadi ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pasaman Barat periode 2026–2031, melalui musyawarah daerah (Musda) di rumah dinas bupati, Simpang Empat, Sabtu (31/10).
Pemilihan ketua terlaksana melalui mekanisme formatur yang melibatkan 13 orang. Musda dimulai sekitar pukul 8.00 dan ditutu pukul 16.00 Wib. Kegiatan itu diikuti 55 peserta, dari kalangan ulama dan perwakilan organisasi Islam berbagai tingkat kabupaten.
Buya Suharman, melalui Musda terpilih sebagai Sekretaris, sedangkan Buya Sirril Masri, yang juga pimpinan pondok pesantren (Ponpes) Darul Yamani di Kecamatan Sasak Ranah Pesisir dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pasaman Barat.
Musda MUI, dibuka Bupati, Yulianto, dihadiri, perwakilan Kementerian Agama, Kementerian Haji,, Kepala Kantor Kementerian Agama dan Pendidikan, diwakili Kasubbag Tata Usaha, Suharjo, Ketua Pengadilan Negeri Pasaman Barat dan undangan. Dari MUI Sumatera Barat, dihadir, Ketua, Ki Jal Atri Tanjung, dan Sekretaris, Marwan Lubis.
Bupati, Yulianto, pada kesempatan itu katakan, MUI bukan sekedar wadah beraktivitasnya pengurus dengan menjalankan program kerja organisasi, rencana kerja dan bidangnya masing-masing.
Organisasi ini, ulas Bupati, adalah wadah berhimpunnya Ormas (Organisasi Masyarakat) Islam. Selain Nahdlatul Ulama, Ormas Islam yang aktif dan eksis di Pasaman Barat adalah Muhammadiyah, Perti, Tarbiyah Islamiyah, Al-Irsyad, Syarikat Islam, dan sebagainya.
Ketua MUI Sumatera Barat, Ki Jal Atri Tanjung, katakan, tugas MUI di Sumatera Barat ke depan, difokuskan pada penguatan fungsi kelembagaan, moral, dan sinergi sosial, yang meliputi: Penguatan Akidah, Akhlak, dan Moralitas Umat: Menjaga kemurnian akidah serta membentengi masyarakat dari penyimpangan sosial dan moral.
Implementasi Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK): Mengoptimalkan sinergi "Tigo Tungku Sajarangan" (ulama, ninik mamak, dan cadiak pandai) sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Sumatera Barat.
Pemberdayaan dan Regenerasi Ulama: Menyiapkan kader serta generasi penerus ulama, termasuk memberdayakan putra-putri daerah yang sedang menempuh pendidikan agama di luar negeri (seperti Mesir, Maroko, Madinah, dan Yordania) agar kembali mengabdi di negara-negara.
Optimalisasi Fungsi Gedung Baru MUI Sumbar: Menjadikan kantor baru di kompleks Masjid Raya Sumbar sebagai pusat pelayanan umat, pusat kajian keislaman, dialog, serta rumah musyawarah berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, dan sebagainya. (gmz)
