-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kepsek dan Tenaga Pendidik SMK N 1 Gunung Tuleh Ikuti Test Swab di Puskesmas

Wednesday, January 13, 2021 | Wednesday, January 13, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-01-24T00:52:49Z

 

 Test Swab Tenaga Pendidik dan Kependidikan di uskesmas Gunung Tuleh




Pasbar, smartsumbar.com

Dua sekolah negeri tingkat SLTA di Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat, ikuti test swab di Puskesmas Gunung Tuleh, Selasa (21/1.2021). Dua sekolah itu adalah  SMA Negeri 1 Gunung Tuleh dan SMK Negeri 1 Gunung Tuleh.


Mereka yang dites Swab itu adalah Kepala Sekolah (Kepsek) dan para tenaga pendidik (guru) serta tenaga kependidikan (tenaga administrasi) kedua sekolah. Total yang mengikuti test swab itu adalah  89 orang.


Pengambilan sampel Swab itu  tepatnya di halaman Parkiran  Puskesmas Paraman  Ampalu, Kecamatan Gunung Tuleh. Ini merupakan ti8ndak lanjut dari Surat Edaran Gubernur dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, yang meminta agar tenaga pendidik dan kependidikan di tingkat SMA/SMK melaksanakan uji Swab, untuk memastikan aman dari Covid-19 sebelum tatap muka dilaksanakan.


Jon Hardi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat tampak hadir langsung memantau ke lokasi.  Kepada median ini, ia mengatakan, tes Uji Swab ini merupakan perintah dari Gubernur Sumatera Barat  melalui Dinas Pendidikan Provinsi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat.


 Kepala SMK N Gunung Tuleh bersama Rombongan di Lokasi Test Swab


Sesuai surat edarannya, memintaagar  sebelum proses pembelajaran atau tatap muka dilaksanakan untuk semester genap  tahun 2021 seluruh Guru harus mengikuti tes atau Uji Swab  agar anak didik tidak terkontaminasi  dengan penyebaran virus covid-19.


“Dengan koordinasi dengan Cabdin Wilayah VI, maka  hari ini kita laksanakan tes swab. Mudah-mudahan berjalan lancar, “ katanya.


Lanjutnya ,setelah selesai hasilnya nanti langsung dibawa ke Padang untuk diuji lagi di Laboratorium Universitas Andalas. Kemudian akan menunggu beberapa hari, jelasnya lagi.


Lebih lanjut dikatakan, jika hasilnya sudah keluar,   maka kalau ada yang hasilnya positif akan diberitahu dan langkah-langkah cepat yang kita ambil untuk tracking pun selanjutnya sesuai dengan aturan yang ada. Kemudian bisa jadi dilakukan isolasi mandiri dan kalau perlu akan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pasaman Barat.


Di tempat yang sama juga di tambahkan oleh Efriza Destineldi Kepala UPT Puskesmas Paraman Ampalu menjelaskan mengenai sedikit keterlambatan Pelaksanan, sehingga para guru -guru lama menunggu.  


Mengapa tidak sesuai dengan jadwal pemberitahuan melalui surat. Menurutnya Ini disebabkan menyangkut teknis.  Seperti halnya para petugas yang  masih mempersiapkan segala sesuatunya termasuk peralatan, pemakaian APD dan lainnya.  Dia berharap kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses sesuai dengan harapan bersama tentunya, “ timpalnya. ***Y.parsela/irti z


×
Berita Terbaru Update