Pasaman Barat, smartsumbar.com, - Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, terus diperkuat. Pemerintah daerah menggandeng Tanoto Foundation untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan dan penanganan stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan khusus tim teknis bersama pihak terkait di lingkungan Pemda Pasaman Barat, Selasa (3/11). Momen penting ini dilaksanakan di aula rumah dinas bupati, Simpang Empat.
Bupati, Yulianto, katakan, persoalan stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Dukungan tenaga kesehatan, mitra pembangunan dan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya penanganannya berjalan berkelanjutan.
Pemenuhan gizi anak, pelayanan kesehatan berkualitas dan pola pengasuhan yang tepat harus menjadi perhatian seluruh mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga ke pelosok negeri, khususnya di Pasaman Barat.
Persoalan ini menjadi perhatian karena berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi stunting balita di Pasaman Barat pada 2024 tercatat sebesar 26,6 persen.
Sementara data electronic Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) tahun 2026 mencatat angka 10,5 persen.
Kedua angka tersebut berasal dari sumber pendataan berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung. Namun, data tersebut menjadi salah satu dasar evaluasi dalam memperkuat program pencegahan dan penurunan stunting di daerah.
Di antara fokus yang laksanakan ke depan secara bersama dengan melibatkan pihak terkait, ulas Yulianto, adalah pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, mengatakan keberhasilan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga organisasi filantropi, akademisi, media hingga masyarakat.
Pada periode tersebut, ibu hamil perlu memperoleh asupan gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan rutin dan suplementasi zat besi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Setelah bayi lahir, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan serta MPASI bergizi yang kaya protein hewani menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan anak.
Pemerintah juga mendorong enam pesan utama pencegahan stunting, yakni pemenuhan gizi ibu hamil, inisiasi menyusu dini dan ASI eksklusif, pemberian MPASI bergizi, pemantauan pertumbuhan anak melalui posyandu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemanfaatan air bersih dan sanitasi layak. (gmz)
